Thursday, April 2, 2020

Biografi Tony Suhargo


Biografi Tony Suhargo







Nama lengkap: Tony Sutanto Suhargo

                                Go Bing Tong (Mandarin)

Lahir: 14 Agustus 1956

Almamater: Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR)

Pekerjaan: Dokter umum / Akupuntur



Dr. Tony Sutanto Suhargo atau disebut Go Bing Tong lahir di Surabaya, pada tanggal 14 Agustus 1956. Sebagai anak kecil, ia memiliki masa kecil yang tidak mudah. Keluarga beliau mempunyai kondisi ekonomi yang pas – pasan, yang mengakibatkan beberapa kebutuhan dan keinginannya tidak terpenuhi. Menghadapi kondisi ekonomi tersebut di umur yang sangat muda, menjadikan beliau sosok pekerja keras dan mudah bersyukur.

Pendidikan pertama yang diasup olehnya adalah Sekolah Dasar (SD) Tionghoa yang tidak jauh dari lokasi rumahnya di Jalan Giri, Surabaya, dari situ beliau mempelajari pelajaran umum beserta Bahasa Mandarin dasar, namun sayangnya pendidikan Tony Suhargo terpaksa diberhentikan karena permasalahan ekonomi keluarga. Menghadapi kondisi ekonomi yang pas – pasan ia terpaksa istirahat dari dunia pendidikan selama 1 tahun, namun kondisi ekonomi beliau tidak mematahkan semangat belajarnya. Walaupun tidak dapat sekolah, beliau tetap mengikuti pelajaran sekolah sebisa kemampuannya, hingga 1 tahun kemudian beliau akhirnya melanjutkan pendidikannya di SD Negeri kawasan rumahnya.

Setelah menyelesaikan Sekolah Dasar (SD) ia melanjutkan pendidikannya di SMP Petra Embong Wungu, pada saat ini pula keluarga beliau memindahkan kediamannya ke Ratulangi. Setelah mendapatkan Ijazah SMP Tony Suhargo mendaftarkan dirinya ke SMA Sinlui Surabaya, salah satu SMA ternama pada waktu nya. Beliau mendaftar di SMA SInlui dengan harapan untuk memenuhi cita – citanya untuk menjadi Insinyur pembangunan, namun pada saat ini beliau menyadari jalan kehidupannya tidak semudah itu.

Setelah menggapai Ijazah kelulusan dari SMA Sinlui, beliau mendaftarkan diri ke berbagai institusi dan universitas yang menawarkan fakultas teknik. Berbagai universitas Ia daftar, namun sayangnya tidak ada satupun yang menerima beliau. Rasa kesal dan sedih ia rasakan, mimpi yang ia miliki dari kecil tidak dapat dijangkaunya.

“Sedih ya sedih, putus asa ya putus asa, tapi kalo mengingat perjuangan orang tua, udah seharusnya saya berbakti”  - Tony Sutanto Suhargo

Tidak membiarkan putus asa menghalanginya, Ia pun melanjutkan pendidikannya di UNAIR, mengikuti satu – satunya fakultas yang menerima beliau yaitu Fakultas Kedokteran. Dengan tujuan baru di benaknya yaitu berbakti kepada orang tua, beliau lulus UNAIR dengan gelar S1 di fakultas kedokteran. Melanjutkan pembaktiannya, beliau bekerja sebagai pegawai negeri  di Banyuwangi hingga pension dan kembali ke Sidoarjo.

Perjalanan hidup Dr. Tony Sutanto Suhargo tidaklah mudah, beliau menghadapi berbagai macam halangan mulai dari kecil. Baik itu masalah ekonomi ataupun pendidikan, namun halangan terbesar yang ia hadapi adalah ketidakmampuannya untuk menggapai cita – citanya. Beliau tetap gigih dan melanjutkan perjuangannya. Masa kecil yang di hadapi beliau membentuk beliau sebagai pekerja keras dan orang yang mudah bersyukur.

1 comment:

  1. Dalam kebahasaan teks Sudah menggunakan kata kerja pasif seperti "dihadapi" namun penulisan diteksnya yang salah. Yang ditulis bukan "dihadapi" melainkan "di hadapi". Kaidah kebahasaan yang lain sudah benar. Lalu konjungsi temporalnya juga sudah benar. Terima kasih, maaf jika ada salah kata😊

    ReplyDelete