Biografi Tony Suhargo

Nama lengkap: Tony Sutanto Suhargo
Go Bing Tong (Mandarin)
Lahir: 14 Agustus 1956
Almamater: Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR)
Pekerjaan: Dokter umum / Akupuntur
Dr. Tony Sutanto Suhargo atau
disebut Go Bing Tong lahir di Surabaya, pada tanggal 14 Agustus 1956. Sebagai
anak kecil, ia memiliki masa kecil yang tidak mudah. Keluarga beliau mempunyai
kondisi ekonomi yang pas – pasan, yang mengakibatkan beberapa kebutuhan dan
keinginannya tidak terpenuhi. Menghadapi kondisi ekonomi tersebut di umur yang
sangat muda, menjadikan beliau sosok pekerja keras dan mudah bersyukur.
Pendidikan pertama yang diasup
olehnya adalah Sekolah Dasar (SD) Tionghoa yang tidak jauh dari lokasi rumahnya
di Jalan Giri, Surabaya, dari situ beliau mempelajari pelajaran umum beserta Bahasa
Mandarin dasar, namun sayangnya pendidikan Tony Suhargo terpaksa diberhentikan karena
permasalahan ekonomi keluarga. Menghadapi kondisi ekonomi yang pas – pasan ia
terpaksa istirahat dari dunia pendidikan selama 1 tahun, namun kondisi ekonomi
beliau tidak mematahkan semangat belajarnya. Walaupun tidak dapat sekolah,
beliau tetap mengikuti pelajaran sekolah sebisa kemampuannya, hingga 1 tahun
kemudian beliau akhirnya melanjutkan pendidikannya di SD Negeri kawasan rumahnya.
Setelah menyelesaikan Sekolah
Dasar (SD) ia melanjutkan pendidikannya di SMP Petra Embong Wungu, pada saat
ini pula keluarga beliau memindahkan kediamannya ke Ratulangi. Setelah
mendapatkan Ijazah SMP Tony Suhargo mendaftarkan dirinya ke SMA Sinlui
Surabaya, salah satu SMA ternama pada waktu nya. Beliau mendaftar di SMA SInlui
dengan harapan untuk memenuhi cita – citanya untuk menjadi Insinyur
pembangunan, namun pada saat ini beliau menyadari jalan kehidupannya tidak
semudah itu.
Setelah menggapai Ijazah kelulusan
dari SMA Sinlui, beliau mendaftarkan diri ke berbagai institusi dan universitas
yang menawarkan fakultas teknik. Berbagai universitas Ia daftar, namun
sayangnya tidak ada satupun yang menerima beliau. Rasa kesal dan sedih ia
rasakan, mimpi yang ia miliki dari kecil tidak dapat dijangkaunya.
“Sedih ya sedih, putus asa ya
putus asa, tapi kalo mengingat perjuangan orang tua, udah seharusnya saya berbakti”
- Tony Sutanto Suhargo
Tidak membiarkan putus asa
menghalanginya, Ia pun melanjutkan pendidikannya di UNAIR, mengikuti satu –
satunya fakultas yang menerima beliau yaitu Fakultas Kedokteran. Dengan tujuan
baru di benaknya yaitu berbakti kepada orang tua, beliau lulus UNAIR dengan
gelar S1 di fakultas kedokteran. Melanjutkan pembaktiannya, beliau bekerja
sebagai pegawai negeri di Banyuwangi
hingga pension dan kembali ke Sidoarjo.
Perjalanan hidup Dr. Tony Sutanto
Suhargo tidaklah mudah, beliau menghadapi berbagai macam halangan mulai dari
kecil. Baik itu masalah ekonomi ataupun pendidikan, namun halangan terbesar
yang ia hadapi adalah ketidakmampuannya untuk menggapai cita – citanya. Beliau
tetap gigih dan melanjutkan perjuangannya. Masa kecil yang di hadapi beliau
membentuk beliau sebagai pekerja keras dan orang yang mudah bersyukur.
Dalam kebahasaan teks Sudah menggunakan kata kerja pasif seperti "dihadapi" namun penulisan diteksnya yang salah. Yang ditulis bukan "dihadapi" melainkan "di hadapi". Kaidah kebahasaan yang lain sudah benar. Lalu konjungsi temporalnya juga sudah benar. Terima kasih, maaf jika ada salah kata😊
ReplyDelete